Make your own free website on Tripod.com

 


WISATA
PRASASTI BLANJONG




Identifikasi dan Daya Tarik
Sejak lima puluh tahun yang lalu para ahli telah menaruh perhatian yang cukup besar terhadap situs Blanjong Sanur, hal itu disebabkan oleh adanya benda arkeologi yang cukup menarik yang telah ditemukan di situs tersebut. Beberapa hipotesa telah muncul di kalangan para sarjana sehubungan dengan prasasti tersebut antara lain bahwa fungsi dari situs Banjong tersebut ada kaitannya denga ekspansi Kasari Warmadewa ke Gurun dan Suwal atau situs Blanjong tersebut merupakan pelabuhan.

1. Prasasti Blanjong Prasasti itu merupakan sebuah tiang atau pilar batu dengan ukuran tinggi 177 cm dan garis tengah 62 cm. Prasasti itu dapat dikatakan sebagai temuan terpenting di situs Blanjong dan paling banyak menimbulkan teka-teki di kalangan para sarjana. Prasasti ini ditulis dengan dua macam huruf yaitu huruf Pre-Negari menggunakan bahasa Bali Kuno, sedangkan bagian yang ditulis dengan huruf Kawi menggunakan bahasa Sansekerta.

2. Arca Selain prasasti, di situs Blanjong juga ditemukan sejumlah arca. Arca-arca tersebut ada yang masih dalam keadaan utuh dan ada pula yang hanya tinggal sebagian saja atau bersifat fragmatis. Disamping itu, beberapa buah arca yang berasal dari situs Blanjong kini telah dipindahkan dan disimpan di Museum Bali di Denpasar. Adapun arca yang ditemukan di situs Blanjong adalah sebagaiberikut :

a. Ganesa Arca ditempatkan pada sebuah palinggih (Bangunan suci) yang terletak dalam komplek pura Blanjong, kira-kira 15 m di sebelah barat laut prasasti yang telah diuraikan di atas. Arca dipahat ke genuk-genukan dengan sikap wirasana, sedangkan belalai dan kedua tangannya dalam keadaan patah. Arca itu terbuat dari bahan batu padas yaitu bahan yang tidak terdapat di situs tersebut, sehingga kemungkinan bahan arca tersebut didatangkan dari tempat lain atau arca itu sendiri dibuat di tempat lain. Pengukuran arca tidak dapat dilakukan karena arca ditempatkan dalam sebuah bangunan yang sempit dan bangunan tersebut kini dibelit oleh akar pohon beringin yang tumbuh di pura itu.

b. Arca Perwujudan Arca tersebut kini disimpan di Museum Bali di Denpasar dengan kode (A. ab. 1718. Arca tersebut dari batu padas, melukiskan seorang dewi. Digambarkan berdiri tegak, mukanya bulat telur. Mahkotanya digambarkan bertingkat-tingkat, memakai anting-anting dan kalung. Kedua tangan arca diletakkan di depan perut dengan memegang kuncup bunga. Dibagian belakang leher hingga bagian belakang kepala terlihat adanya lingkaran cahaya. Arca ini berdiri di atas lapik yang berukuran 15 x 15 x 7 cm dengan lehernya 15 cm. Arca ini diperkirakan berasal dari abad XIII-XIV. Tokoh yang digambarkan tidak dapat diidentifikasikan.

c. Arca Terakota Arca ini juga disimpan di Museum Bali di Denpasar dengan nomor 3793. Terbuat dari tanah bakar. Arca digambarkan berdiri di atas lapik dengan ukuran 15 x 15 x 4 cm, tinggi keseluruhan 5 cm dan lebar 12 cm. Mahkota arca tersebut berbentuk supit urang, hiasannya menyerupai wayang, kumis dan keningnya dipoles dengan mangsi. Kakinya dibengkokkan ke depan serta tangan kirinya memegang saput (sampur. Pakaian arca dihias dengan teknik goresan.

d. Arca Binatang Di Pura Blanjong Sanur terdapat dua buah arca binatang yang ditempatkan pada sebuah pelinggih. Arca ini dibuat dari batu padas. Keadaan arca tidak lengkap karena bagian kepala kedua arca tersebut telah hilang. Kemungkinan arca tersebut menggambarkan dua ekor lembu. Arca digambarkan dengan sikap yang hampir sama yaitu dalam keadaan tertelungkup dengan kaki bagian depan dilipat ke belakang dan kaki belakangnya dilipat ke depan. Ukuran masing-masing arca tersebut adalah sebagai berikut : panjang seluruhnya 52 cm, lebar bagian depan 27 cm, lebar bagian belakang 23 cm. Tinggi seluruhnya 32 cm dan tinggi lapik 8 cm. Arca binatang yang satu lagi ukurannya sebagai berikut : panjang seluruhnya 51 cm, lebar bagian depan 188 cm, lebar bagian belakang 2 cm, serta tinggi lapik 6 cm. Kemungkinan besar arca ini sudah tidak di situ lagi. Disamping arca-arca tersebut di situs itu ditemukan pula 2 buah sandaran arca, sebuah fragmen kaki arca dan sebuah lingga, dan artefak-artefak yang lain