Make your own free website on Tripod.com

 


WISATA
PANTAI MEDEWI




Identifikasi dan Daya Tarik
Dengan pantainya yang berbatu-batu serta ombak yang besar. Pantai bagian barat yang landai dengan lekukan ke arah Selatan dimana sering berjajar perahu-perahu nelayan yang ditambatkan menambah keindahan panorama alamnya. Pada sore harinya juga dapat dilihat pemandangan alam yang indah dimana tampak saat-saat matahari akan terbenam (Sunset). Dari atas pantai yang telah disender pengunjung dapat duduk-duduk sambil menikmati deburan ombak yang tak pernah henti-hentinya.

Lokasi
Untuk mendapatkan lokasi obyek pantai Medewi ini sangat mudah. Pantai Medewi terletak lebih kurang 100 m dari jalan raya Denpasar-Gilimanuk yang merupakan wilayah Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Untuk menujunya dari Denpasar akan menempuh selama lebih kurang 72 km dengan memakan waktu lebih kurang satu setengah jam. Dalam perjalanan untuk menuju Pantai Medewi akan tampak sawah-sawah yang berjajar di tepian pantai, yang bila petani sedang memanen akan mempunyai keunikan tersendiri.

Fasilitas
Jalan menuju Pantai Mendewi sangat bagus sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Dengan perkembangannya yang cukup pesat di sini sudah terdapat hotel tempat penginapan, restourant, tempat parkir serta WC/kamar mandi termasuk kolam renangnya. Kios-kios sebagai tempat penjualan barang souvenir sebagai cendera mata belum tersedia.

Kunjungan
Dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan asing cukup banyak terutama untuk rekreasi berselancar. Saat kunjungan yang ramai adalah pada hari-hari raya dan libur.

Deskripsi
Pantai Medewi seperti halnya pantai-pantai lainnya di Bali juga menjanjikan daya tarik bagi pengunjung. Nama Medewi dari pantai obyek ini diambil dari nama Desa dimana pantai ini terletak. Diperkirakan sekitar tahun 1912 Desa Medewi dibuka sebagai tempat emukiman. Yang membuka pertama kali adalah rombongan orang-orang dari Desa Mendoyo Dauh Tukad Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana. Sebelum dilakukan perabasan daerah itu merupakan hutan yang penuh dengan tumbuhan ketket. Ketket adalah sejenis tanaman durinya sangat banyak. Dengan adanya hutan yang banyak durinya tersebut maka rombongan orang-orang tersebut memberi nama wilayah tersebut hutan Medewi. Setelah menjadi tempat pemukiman kemudian Desa itu diberi nama Desa Medewi sebagaimana yang kita kenal sekarang.