Make your own free website on Tripod.com

 


WISATA
PANTAI DLODBRAWAH




Identifikasi dan Daya Tarik
Pantai Delodbrawah merupakan pantai yang datar dengan pasirnya berwarna hitam. Bentuk pantainya yang memanjang dari Timur ke Barat sangat baik untuk tempat rekreasi, seperti mandi dan berenang. Menurut keterangan masyarakat sekitarnya bahwa kono pasir pantai ini mempunyai keistimewaan yaitu dapat menyambuhkan penyakit reumatik. Selain daya tarik tersebut dari pantai ini dapat kita lihat pada sore harinya matahari yang akan tenggelam. Pada saat-saat seperti itu pantai akan tampak indah dengan jaring serta memancing. Disamping itu pada kawasan ini juga kita jumpai arenasirkuit mekepung yaitu suatu tempat untuk melakukan atraksi khas Jembrana yang tidak ada duanya.

Lokasi
Untuk sampai di Pantai Delodbrawah sangat mudah, karena terletak di sebuah desa yang bernama Desa delodbrawah termasuk dalam wilayah Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana, yang bila ditempuh dari Denpasar berjarak lebih kurang 88 km. Apabila melalui Desa Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo menuju ke arah Selatan lagi lebih kurang satu setengah Km. Lewat pada jalan ini akan disaksikkan pula hamparan sawah yang datar yang sering didatangi oleh gerombolan burung bangau, baik yang putih maupun yang warnanya coklat.

Fasilitas
Di obyek wisata pantai Delodbrawah telah dilengkapi dengan sarana jalan. Demikian pula tempat berteduh untuk bersantai. Toilet umumpun sudah dibuatkan bagi pengunjung. Sarana penunjang seperti restourant, kios-kios yang menjual barang-barang souvenir belum tersedia, meskipun sebenarnya lahan untuk itu cukup tersedia.

Kunjungan
Dengan pantainya yang landai pantai Delodbrawah ramai dikunjungi untuk mandi maupun berekreasi. Saat-saat yang paling ramai yaitu pada hari-hari libur atau Minggu. Kebanyakan yang datang adalah wisatawan Nusantara. Namun demikian kini pantai Delodbrawah telah mulai dikunjungi wisatawan Mancenegara.

Deskripsi
Warna pasir hitam dari pantai Delodbrawah merupakan suatu proses alami yang pada awalnya daerah di sekitarnya itu berupa rawa-rawa (dalam bahasa Bali disebut brawah). Konon wilayah Desa Delodbrawah pada jaman dulu merupakan rawa-rawa yang sangat luas. Itulah sebabnya orang-orang yang pada umumnya bermukim di wilayah sebelah Utara saat itu memberi nama Desa yang ada sekarang itu sebagai Desa Delodbrawah. Pantai ini seperti halnya dengan muaradi sekitar Perancak, dimana pada jaman dahulu pada rawa-rawa di sekitar itu banyak terdapat buaya. Akan tetapi buaya-buaya tersebut kini telah punah habis diburu. Sehingga yang dapat kita saksikan 50 meter sebelum mencapai pantai Delodbrawah hanya berupa patung buaya. Pembuatan patung buaya yang cukup artistik itu, dimaksudkan untuk mengenang masa silam dari keberadaan Desa Delodbrawah seperti sekarang ini. Di sebelah Utara dari Pantai delodbrawah telah dibuatkan suatu arena Mekepung. Arena Mekepung ini adalah arena Mekepung terbaik, karena dapat dipergunakan mekepung pada suasana hujan. Mekepung adalah suatu atraksi yang sangat menarik, dimana 2 ekor kerbau menarik sebuah cikar dengan seorang joki selaku pengendali di atasnya akan saling berbalapan dengan yang lainnya. Menyaksikkan atraksi ini sangat mengasikkan karena penuh dengan keunikkan dan kekhasan yang tiada duanya.