Make your own free website on Tripod.com

 


WISATA
TUGU SINGA AMBARA RAJA




Identifikasi dan Daya Tarik
Singa Ambara Raja adalah merupakan lambang Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng yaitu berupa singa bersayap dengan salah satu kaki depannya memegang "jagung gembal". Lambang ini kemudian dibangun dalam bentuk tugu, di depan Kantor Bupeti Kepada Daerah Tingkat II Buleleng, dengan beton bertulang. Tugu ini pula menjadi "landmark" untuk kota Singaraja karena bentuknya yang unik yaitu dalam pengertian tidak ada duanya di dunia ini. Lokasinya yang berada di perempatan jalan yang sering dilalui wisatawan, menyebabkan tugu ini telah menjadi daya tarik yang cukup besar untuk daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng.

Lokasi
Tugu Singa Ambarawa Raja terletak di depan Kantor Bupati Kepala Daerah Tingkat II Buleleng, dipertigaan Jalan Veteran, Jalan Pahlawan dan Jalan Ngurah Rai.

Kunjungan
Wisatawan yang melewati route ini kebanyakan berhenti dan mengambil foto tugu-tugu tersebut atau berfoto di depan tugu kemungkinan dengan tujuan untuk membuktikan bahwa yang bersangkutan memang benar pernah ke Singaraja atau sebagai kenang-kenangan kota Singaraja.

Fasilitas
Mengingat tugu ini sebagai daya tarik bagi wisatawan yang melewati route ini dan hanya menggunakan kesempatan untuk mengambil foto-foto maka tidak dibangun fasilitas khusus untuk wisatawan.

Deskripsi
Tugu ini dibangun dengan pondasi berbentuk segi lima yang melambangkan Dasar Negara Pancasila. Patung Singa Ambarawa Raja dengan bentuk singa bersayap ditunjang oleh sebuah tugu berbentuk bunga teratai yang terdiri dari 9 kelopak yang melambangkan Kabupaten Daerah Tingkat II Buleleng terdiri dari 9 kecamatan. Patung Singa memiliki 2 sayap dan tiap sayap terdiri dari 17 bulu panjang. Salah satu kaki depan singa memegang jagung gembal yang terdiri dari 8 daun sedangkan jagungnya terdiri dari 45 biji. Apabila semuanya digabungkan melambangkan hari kemerdekaan republik indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Bulu-bulu panjang dan pendek dari kedua sayap Singa berjumlah 30 melambangkan tanggal lahirnya kota Singaraja, bulu-bulu tersebut tumbuh dari tiga buah tulang yang melambangkan bulan, sedangkan bulu-bulu halus yang menutupi seluruh tubuh singa berjumlah 1604 melambangkan tahun. Apabila kesemuanya digabungkan melambangkan lahirnya Kota Singaraja yaitu 30 Maret 1604. Tugu ini diresmikan pada tanggal 30 Maret 1971.