Make your own free website on Tripod.com

 


KABUPATEN JEMBRANA





Letak Geografis
Jembrana merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Bali yang terletak di belahan Barat pulau Bali membentang dari arah Barat ke Timur, tepatnya pada 8 09 30 - 8 28 02 LS dan 114 25 33-114 56 38 BT dengan luas wilayah 84 180 Ha hingga tahun 1997 masih terdiri dari 4 Kecamatan yang masing-masing dari arah Barat ke Timur :
1. Kecamatan Melaya dengan luas : 19 719 Ha
2. Kecamatan Negara dengan luas : 22 047 Ha
3. Kecamatan Mendoyo dengan luas : 29 449 Ha
4. Kecamatan Pekutatan dengan luas : 12 965 Ha
Dengan batas-batas sebagai berikut : - Sebelah Utara : Pegunungan yang berbatasan dengan Kabupaten Buleleng - Sebelah Selatan : Samudra Indonesia - Sebelah Barat : Selat Bali - Sebelah Timur : Kebupaten Tabanan
1. Luas Lahan : Kabupaten Jembrana memiliki lahan seluas 84.180 Ha dibedakan menurut penggunaanya yaitu : lahan sawah 8135 Ha, lahan bukan sawah 12750 Ha perkebunan 18.362 ha dan tanah lain-lain 3.124 ha. Pada tahun 1997 terjadi pergeseran penggunaan lahan bukan sawah seluas 124 ha.
2. Musim dan curah hujan Di Kabupaten Jembrana dikenal dengan dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Keadaan ini tidak jauh berbeda dengan keadaan musim yang terjadi di Indonesia yang pada umumnya dipengaruhi oleh arus angin yang bertiup di Indonesia. Pada bulan Juni sampai September arus angin bertiup dari Australia dan tidak mengandung air, hal ini mengakibatkan musim kemarau di Indonesia. Sebaliknya pada Bulan Desember sampai Maret arus angin banyak mengandung uap air karena berasal dari Asia dan samudra Fasifik setelah melewati beberapa lautan melintasi daerah Indonesia menuju ke benua Australia. Pada bulan-bulan ini biasanya terjadi musim hujan. Curah hujan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim geografis dan perputaran arus udara. Oleh karena itu jumlah curah hujan sangat beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamat. Untuk tahun 1997 rata-rata curah hujan yang terbanyak terjadi di Jembrana pada bulan Januari (255 mm) dan rata-rata hari hujan terbanyak pada bulan Februari yaitu 14 hari.
3. Pertahanan Sipil Pembangunan Nasional akan dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh stabilitas nasional yang mantap dalam wujud keamanan. Kemudian keamanan yang mantap tersebut tidak dapat dilaksanakan oleh kekuatan militer saja tanpa dukungan partisipasi dari rakyat (hansip). Untuk tahun 1997 jumlah personil Hansip di Kabupaten Jembrana sebanyak 2795 orang, terdiri dari 1881 Linmas, 546 rang Kamra, dan 398 wanra. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah Hansip di Kabupaten Jembrana bertambah sebanyak 610 orang (27,9%).
kembali ke atas

Pemerintahan Umum

1. Pembangunan Proyek Prasarana Desa Pada prinsipnya tujuan pembangunan itu adalah untuk mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat. Namun dengan keterbatasan dana yang ada maka diperlukan skala prioritas. Untuk tahun 1997 banyaknya proyek prasarana yang dikelola oleh Kantor Pembangunan Desa Kabupaten Jembrana sebanyak 102 buah proyek dengan skala prioritas pada pembangunan proyek yang bersifat ekonomi berkembang. Dari 102 proyek tersebut menyebar di empat Kecamatan yaitu : Kecamatan Negara 44 proyek, Kecamatan Mendoyo 22 proyek, Kecamatan Melaya 20 Proyek dan Kecamatan Pekutatan 16 proyek. kembali ke atas

Penduduk, tenaga kerja, dan transmigrasi
1. Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Jembrana tahun 1997 sebanyak 212675 jiwa terdiri dari laki-laki 103.849 dan perempuan 108.826 dari jumlah tersebut penyebarannya tidak merata di semua kecamatan dimana sebagian besar berada di Kecamatan Negara (43,91%) Hal ini seiring dengan Kecamatan Negara sebagai pusat pemerintahan Kabupaten dan sekaligus pusat perekonomian Kabupaten Jembrana. Kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 1996 jumlah penduduk Kabupaten Jembrana tahun 1997 berkurang sebanyak 294 orang (0,14%). Kalau dilihat perbandingan penduduk laki-laki dengan perempuan (sex ratio) menunjukkan angka 96,93. Angka ini menunjukkan adanya pertambahan sebesar 0,42% dibanding dengan tahun 1996. Ini berarti ada kecendrungan semakin besarnya perbandingan penduduk antara laki-laki dan perempuan.
2. Tenaga Kerja Munculnya masalah ketenagakerjaaan di kota-kota Indonesia adalah sebagai akibat adanya urbanisasi di negara-negara berkembang tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi. Keadaan ini cenderung menimbulkan masalah ketenaga kerjaan. Untuk tahun 1997 jumlah angkatan kerja yang dilatih oleh KLK Jembrana sebanyak 640 orang terdiri dari latihan ketrampilan institusional 128 orang dan latihan ketrampilan non instansional sebanyak 512 orang.
3. Transmigrasi Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat adalah melakukan penyebaran penduduk secara merata melalui transmigrasi. Untuk tahun 1997 jumlah penduduk yang bertransmigrasi adalah 1239 orang berasal dari Kecamatan Negara 432 orang, Kecamatan Melaya 498 orang, Keamatan Mendoyo 163 orang, dan Kecamatan Pekutatan 146 orang. Kalau dibandingkan dengan keadaan tahun 1996 jumlah transmigrasi dari Kabupaten Jembrana mengalami penambahan sebanyak 215 orang (21%).

Sosial
1. Pendidikan dan Kebudayaan Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah maupun swasta telah banyak mendirikan sekolah-sekolah dari daerah perkotaan sampai ke daerah pedesaan. Untuk tahun 1997 jumlah dan jenis sekolah yang ada di Kabupaten Jembrana yaitu : SD sebanyak 217 buah, SMTP sebanyak 39 buah, dan SLTA sebanyak 22 buah. Kalau jumlah murid yang terdaftar tahun 1997 dibandingkan dengan jumlah murid tahun 1996 per jenis sekolahnya, maka akan dapat diketahui bahwa tahun 1997 jumlah murid SD berkurang 909 orang (3,2 %), SMTP berkurang 4244 orang (27,53%) dan SLTA bertambah 107 orang (1,45%).
2. Kesehatan Pembangunan suatu negara akan berjalan dengan baik jika didukung oleh masyarakat yang sehat dan sejahtera. Untuk itu Pemerintah bersama-sama pihak swasta mendirikan fasilitas kesehatan sampai ke pelosok desa. Untuk tahun 1997 jumlah fasilitas kesehatan berupa Puskesmas 11 buah, Puskesmas pembantu 42 buah, Posyandu 328 buah, dan rumah sakit 2 buah. Kemudian terkai dengan masalah kesejahteraan masyarakat, pemerintah menempuh jalan dengan melaksanakan program Keluarga Berencana (KB) bagi pasangan usia subur. Untuk tahun 1997 jumlah PUS (Pasangan Usia Subur) di Kabupaten Jembrana sebanyak 43.694 orang dan telah mengikuti program KB dengan menggunakan berbagai kontrasepsi sebanyak 40.037 orang (91,63 %). Jumlah ini bertambah sebanyak 1,44 % jika dibandingkan dengan keadaan tahun 1996.
3. Agama Kemajemukan Bangsa Indonesia tidak hanya terlihat dari sukunya saja, melainkan dari agamanya juga. Hal ini terlihat dari keragaman agama yang berkembang di masyarakat khususnya di Kabupaten Jembrana. Untuk tahun 1997 jumlah penduduk yang beragama Hindu sebanyak 163.062 orang, Islam 45.142, Bhuda 565 orang, Protestan 1587 orang dan Khatolik sebanyak 2053 orang.

Pertanian
1. Tanaman Bahan Pangan Untuk mendukung kebijaksanaan pemerintah mempertahankan swasembada pangan khususnya beras, berbagai usaha dilakukan oleh pihak Pemda melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Adapun usaha-usaha yang dilakukan adalah dengan mengatur pola tanam, memantapkan pelaksanaan intensifikasi dan penanggulangan pasca panen. Dari usaha tersebut untuk tahun 1997 diperoleh hasil/produksi padi sebanyak 59.550 ton. Namun demikian kalau dibandingkan dengan tahun 1996 produksi padi di Kabupaten Jembrana mengalami penurunan sebanyak 9193 ton (13,4%). Berkurangnya produksi padi ini disebabkan berkurangnya luas panen sebesar 1285 Ha (11,6%) dan sebagai akibat dari musim kemarau yang berkepanjangan. Beda halnya dengan tanaman ubi jalar dan kacang tanah dimana tanaman ubi jalar produksinya meningkat 80% dan kacang tanah meningkat 31,8%.
2. Perkebunan Kalau dilihat letak geografis Kabupaten Jembrana termauk daerah potensi perkebunan. Dari potensi wilayah ini pemerintah melalui Dinas Perkebunan Kabupaten Jembrana melaksanakan program intensifikasi, extensifikasi, rehabilitasi lahan kritis dengan aneka tanaman perkebunan seperti kelapa, kopi, cengkeh, kakao,vanili, tebu, tembako, kapok dll. Dari jenis tanaman tersebut untuk tahun 1997 yang mengalami perubahan produksi yang sangat mencolok adalah : tanaman kopi produksinya berkurang 70,18%, vanili berkurang 49,01% tembakau produksinya bertambah 77,86% dan cengkeh produksinya bertambah 69,8%.
3. Peternakan Usaha peternakan di Kabupaten Jembrana kebanyakan masih bersifat tradisional dan sambilan. Untuk tahun 1997 jenis ternak yang mengalami perubahan jumlah yang mencolok hampir tidak ada. Namun demikian jumlah ternak babi yang dipotong bertambah 13,42 % dan kambing bertambah 44,5%.
4. Perikanan Kabupaten Jembrana dengan jumlah pantainya yang membentang dari ujung Barat sampai ke timur sangat memungkinkan masyarakat untuk membuka lapangan kerja di sub sektor perikanan sebagai nelayan. Disamping sebagai nelayan di laut kegiatan perikanan di Jembrana juga dilakukan di darat seperti tambak, sawah sebai mina padi, kolam dan perairan umum. Kegiatan perikanan yang menonjol di Kabupaten Jembrana adalah perikanan laut dan bdi daya tambak. Untuk tahun 1997 produksi ikan laut bertambah 14518 ton (94,30%) dan budi daya tambak berkurang 4,33 % dibandingkan tahun 1996. kembali ke atas

Industri Listrik dan Air Minum
1. Industri Jumlah industri di Kabupaten Jembrana relatif kecil dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Bali yaitu hanya 2022 buah terdiri dari industri kerajinan rumah tangga 4614 buah.
2. Listrik dan Air Minum Sejalan dengan berkembangnya teknologi dan perekonomian maka kebutuhan akan listrik dan juga air semakin dirasakan semakin mendesak. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya jumlah pelanggan listrik maupun air minum setiap tahunnya. Untuk tahun 1996 jumlah pelanggan listrik 30.530 pelanggan. Jumlah ini meningkat 3,011 pelanggan (10,94%) dibandingkan dengan tahun 1995. Dan untuk pelanggan air minum tahun 1997 berjumlah 10.059 pelanggan. Jumlah ini meningkat 1324 pelanggan (15,16) dibandingkan tahun 1996. kembali ke atas

Angkutan dan Parpostel
1. Sarana Jalan Kondisi dan panjang jalan yang ada sangat mempengaruhi kelancaran perekonomian suatu daerah terutama untuk kelancaran transportasinya. Untuk tahun 1997 panjang jalan di Kabupaten Jembrana 881,401 km dengan kondisi baik 200,909 km (22,79%), kondisi sedang 324,08 km (36,77%) dan kondisi rusak 356,412 km (40,44%).
2. Pos dan Telekomunikasi Dengan semakin berkembangnya perekonomian suatu daerah dituntut adanya sarana komunikasi yang canggih, cepat dan terpercaya baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri. Untuk memenuhi harapan tersebut pemerintah telah membangun prasarana berupa Kantor Pos dan Telkom. Untuk tahun 1996 banyaknya surat yang dikirim oleh kantor pos Kabupate Jembrana 290.914 buah. Jumlah ini meningkat sebanyak 33.621 (13,07 %)dibanding tahun 1995. Dan begitu pula jumlah Pelanggan telpon di Kabupaten Jembrana tahun 1996 sebanyak 2907 orang. Jumlah ini meningkat 453 orang (18,46%).
3. Pariwisata dan hotel Berkembangnya pariwisata dan hotel saat ini sangat menjanjikan keuntungan bagi negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Hal ini juda dialami oleh beberapa Kabupaten di Bali. Perkembangan sektor pariwisata dan hotel yang ada di Kabupaten Jembrana hingga tahun 1997 ternyata masih belum dapat dikatakan lumayan dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali. Hal ini terlihat dari jumlah tamu domestik yang berkunjung ke Kabupaten Jembrana masih relatif kecil. Dari beberapa obyek wisata yang ada di Kabupetan Jembrana seperti Taman Wisata Bali Barat, untuk tahun 1997 jumlah tamu domestik yang berkunjung hanya 77149 orang, dan tamu asing 18512 orang. Kendati tidak terlalu banyak jumlah ini mengalami peningkatan 33392 orang(76,3%) untuk tamu domestik dan untuk tamu asing berkurang 3661 (16,51%). kembali ke atas

Keuangan dan Harga-harga
1. Perbankan Untuk tahun 1997 jumlah dana yang tersedia pada beberapa bank yang beroperasi di Kabupaten Jembrana sebayak 454,382 milyar yang terdiri dari deposito 90,704 milyar, giro 39,408 milyar, tabanas 43,304 milyar dan tabungan lain 280,966 milyar. Disamping itu jumlah dana yang dapat disalurkan lewat kredit sebanyak 732,12 milyar terdiri dari KIK 2138 ilyar, KMKP 0,476 milyar dan Kredit biasa sebesar 729,506 milyar.
2. Koperasi Koperasi sebagai soko guru perekonomian telah banyak berperan aktif di dalam mendukung perekonomian Kabupaten Jembrana. Untuk tahun 1997 jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Jembrana sebanyak 69 buah terdiri dari 9 KUD dan non KUD 60 buah dengan jumlah anggota 36 710 orang. Jumlah anggota ini mengalami peningkatan sebesar 2697 orang (7,93%) dibanding dengan tahun 1996.
3. Harga-harga Untuk tahun 1997 nampaknya indeks harga eceran 9 jenis bahan pokok di Kabupaten Jembrana 6 jenis mengalami peningkatan dan 2 jenis mengalami penurunan dan satu jenis tidak mengalami perubahan. Adapun yang mengalami perubahan adalah :
a. Beras meningkat : 38,03 %
b. Minyak goreng meningkat 234,23%
c. Gula pasir meningkat 120,90%
d. Textil meningkat 45,18%
e. Sabun cuci meningkat 21,92%
f. Batik meningkat 97,14%
g. Ikan asin menurun 41,30%
h. Garam menurun 239,60% kembali ke atas

PDRB
Perhitungan Domestik Regional Bruto adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu daerah. Perhitungan PDRB ini didasarkan atas harga berlaku dan harga konstan. Untuk mengetahui struktur ekonomi suatu daerah, tolok ukur yang dipakai adalah PDRB atas dasar harga berlaku. Tahun 1996 struktur ekonomi Kabupetan Jembrana masih bertumpu pada sektor pertanian. Walaupun demikian ternyata peranan sektor pertanian tadi terlihat semakin berkurang. Hal ini ditunjukkan oleh distribusi PDRB atas dasar harga berlaku dari tahun 1993 hingga tahun 1996 semakin berkurang. kembali ke atas